اب سے ہم Elev8 ہیں

ہم صرف ایک بروکر نہیں ہیں۔ ہم ایک جامع ٹریڈنگ ایکوسسٹم ہیں—ہر چیز جو آپ کو تجزیے، ٹریڈ اور  ترقی کے لیے درکار ہو، ایک  ہی جگہ پر  ہے۔ کیا آپ اپنی ٹریڈنگ کو بلند کرنے کے لیے تیار ہیں؟

IHSG Melemah ke 7.389, Energi dan Bahan Baku Menekan Pasar

  • IHSG turun 0,69% ke 7.389, setelah sempat menyentuh 7.527 sebelum berbalik melemah hingga penutupan.
  • Sektor energi (-2,02%) dan bahan baku (-2,03%) menjadi penekan utama, sementara teknologi memimpin penguatan.
  • Pasar menanti data inflasi (IHK) AS yang akan memberi petunjuk arah kebijakan Federal Reserve dan sentimen global.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melemah pada perdagangan Rabu, ditutup turun 0,69% atau 51 poin ke level 7.389 dari penutupan sebelumnya di 7.440. Sepanjang sesi, indeks dibuka di 7.484, sempat menyentuh level tertinggi 7.527, sebelum tekanan jual meningkat dan menyeret indeks turun hingga level terendah 7.380 menjelang akhir perdagangan.

Pergerakan dalam perdagangan harian menunjukkan upaya penguatan di awal sesi yang tidak mampu bertahan lama. Setelah mendekati area resistance jangka pendek, IHSG berbalik melemah dan bergerak konsisten di zona merah hingga penutupan. Tekanan jual yang muncul pada paruh kedua perdagangan mencerminkan sikap investor yang lebih defensif di tengah ketidakpastian eksternal.

Secara teknis, penurunan ini membawa IHSG semakin mendekati area support penting di sekitar 7.350-7.400. Jika tekanan jual berlanjut dan area ini ditembus, ruang pelemahan berpotensi terbuka menuju kisaran 7.200. Sebaliknya, pemulihan indeks memerlukan dorongan yang cukup kuat untuk kembali menembus 7.450-7.500, yang kini menjadi zona resistance terdekat.

Pelemahan IHSG pada perdagangan Rabu turut dipengaruhi tekanan di sejumlah sektor utama. Sektor energi menjadi penekan terbesar setelah turun 2,02% ke 3.799, diikuti sektor bahan baku yang melemah 2,03% ke 2.130. Selain itu, sektor saham pertumbuhan (IDXSHAGROW) juga terkoreksi 1,79% ke 92, mencerminkan aksi jual pada sejumlah saham berkapitalisasi besar.

Beberapa sektor masih mampu mencatat penguatan terbatas. Sektor teknologi memimpin kenaikan dengan naik 0,87% ke 7.797, diikuti sektor kesehatan yang menguat 0,29% ke 1.831 dan sektor barang konsumsi non-primer yang naik 0,27% ke 712. Meski demikian, penguatan sektor-sektor tersebut belum cukup kuat untuk menahan tekanan dari sektor energi dan bahan baku, sehingga IHSG tetap ditutup di zona negatif.

Di sisi lain, pemerintah menetapkan harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) Februari 2026 sebesar US$68,79 per barel, naik 6,8% dari US$64,41 pada Januari. Kenaikan harga ini dipengaruhi meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, gangguan pasokan energi global, serta penurunan produksi minyak dunia menurut laporan International Energy Agency (IEA). Selain itu, turunnya stok minyak di Amerika Serikat, meningkatnya aktivitas pengolahan minyak di Singapura, serta penambahan cadangan strategis oleh China turut memperketat keseimbangan pasokan minyak global.

Sementara itu, pasar juga menantikan rilis data inflasi Amerika Serikat malam ini. Konsensus memprakirakan Indeks Harga Konsumen (IHK) Februari meningkat 0,3% secara bulanan dari 0,2% pada bulan sebelumnya, sementara inflasi tahunan diprakirakan bertahan di sekitar 2,4%.

Inflasi inti – yang tidak memasukkan komponen pangan dan energi – diproyeksikan tumbuh 0,2% (MoM), sedikit lebih rendah dibandingkan 0,3% pada bulan sebelumnya, dengan laju tahunan diprakirakan tetap di 2,5%.

Rilis data ini menjadi perhatian utama pasar karena dapat memberi petunjuk baru mengenai arah kebijakan suku bunga Federal Reserve, yang berpotensi memengaruhi pergerakan dolar AS, imbal hasil obligasi global, serta sentimen terhadap pasar saham kawasan, termasuk IHSG.

Kepala Riset MUFG, Derek Halpenny, menilai rencana pelepasan cadangan minyak oleh IEA dapat sementara meredam gangguan pasokan di Selat Hormuz, namun perhatian pasar kini beralih ke data inflasi AS. Ia memprakirakan inflasi utama Februari naik 0,3% (MoM) dengan laju tahunan sekitar 2,4%, sementara inflasi inti diprakirakan melambat ke 0,2% (MoM).

Ke depan, lonjakan harga energi berpotensi mendorong inflasi lebih tinggi – terutama jika minyak Nymex naik ke sekitar US$100 per barel, yang dapat mendorong inflasi energi hingga 15-20% dan menambah sekitar 1 poin persentase pada inflasi utama AS.

Indikator Ekonomi

Indeks Harga Konsumen (Thn/Thn)

Kecenderungan inflasi atau deflasi diukur dengan menjumlahkan harga sekeranjang barang dan jasa secara berkala dan menyajikan datanya sebagai Indeks Harga Konsumen (IHK). Data IHK dikumpulkan setiap bulan dan dirilis oleh Departemen Statistik Tenaga Kerja AS. Laporan bulanan ini membandingkan harga barang-barang pada bulan referensi dengan bulan sebelumnya. IHK Tidak termasuk Makanan & Energi tidak menyertakan komponen makanan dan energi yang lebih fluktuatif untuk memberikan pengukuran tekanan harga yang lebih akurat. Secara umum, angka yang tinggi dipandang sebagai bullish bagi Dolar AS (USD), sedangkan angka yang rendah dianggap sebagai bearish.

Baca lebih lanjut

Rilis berikutnya Rab Mar 11, 2026 12.30

Frekuensi: Bulanan

Konsensus: 2.4%

Sebelumnya: 2.4%

Sumber: US Bureau of Labor Statistics

Federal Reserve AS (The Fed) memiliki mandat ganda untuk menjaga stabilitas harga dan lapangan kerja maksimum. Menurut mandat tersebut, inflasi seharusnya berada di sekitar 2% YoY dan telah menjadi pilar terlemah dari arahan bank sentral sejak dunia mengalami pandemi, yang berlanjut hingga saat ini. Tekanan harga terus meningkat di tengah masalah rantai pasokan dan kemacetan, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) bertahan di level tertinggi multi-dekade. The Fed telah mengambil langkah-langkah untuk mengekang inflasi dan diprakirakan akan mempertahankan sikap agresif di masa mendatang.

IHK AS: Kejutan Energi Memperumit Jalur The Fed – Deutsche Bank

Ekonom AS dari Deutsche Bank menandai IHK bulan Februari sebagai rilis kunci untuk ekspektasi Federal Reserve setelah guncangan minyak baru-baru ini menunda penetapan harga penurunan suku bunga. Mereka memperkirakan kekuatan terkait tarif pada barang-barang inti dan biaya energi yang lebih tinggi akan mendorong inflasi umum, sementara IHK inti diprakirakan stabil
مزید پڑھیں Previous

GBP: Dukungan imbal hasil dan ketahanan terhadap guncangan energi – MUFG

Kepala Riset MUFG Derek Halpenny menyoroti bahwa Pound saat ini adalah mata uang G10 dengan kinerja terbaik ketiga sejak konflik dimulai, didukung oleh lonjakan tajam 35 basis poin pada imbal hasil 2-tahun Inggris dan penurunan harga pemotongan suku bunga BoE.
مزید پڑھیں Next