اب سے ہم Elev8 ہیں
ہم صرف ایک بروکر نہیں ہیں۔ ہم ایک جامع ٹریڈنگ ایکوسسٹم ہیں—ہر چیز جو آپ کو تجزیے، ٹریڈ اور ترقی کے لیے درکار ہو، ایک ہی جگہ پر ہے۔ کیا آپ اپنی ٹریڈنگ کو بلند کرنے کے لیے تیار ہیں؟
ہم صرف ایک بروکر نہیں ہیں۔ ہم ایک جامع ٹریڈنگ ایکوسسٹم ہیں—ہر چیز جو آپ کو تجزیے، ٹریڈ اور ترقی کے لیے درکار ہو، ایک ہی جگہ پر ہے۔ کیا آپ اپنی ٹریڈنگ کو بلند کرنے کے لیے تیار ہیں؟
Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) tetap lesu selama tiga hari berturut-turut, diperdagangkan sekitar $91,50 selama jam perdagangan sesi Asia pada hari Selasa. Harga minyak mentah turun setelah laporan bahwa Amerika Serikat (AS) dan Iran mungkin mengadakan pembicaraan lebih lanjut untuk mengamankan gencatan senjata jangka panjang sebelum gencatan senjata dua minggu saat ini berakhir.
Presiden AS Donald Trump mengatakan Tehran memulai kontak dengan Washington, sementara Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan kesediaan untuk melanjutkan dialog, dengan syarat tetap dalam hukum dan peraturan internasional.
Wakil Presiden AS JD Vance menyatakan, dalam wawancara dengan Fox News, bahwa upaya diplomatik yang sedang berlangsung dan kemungkinan jalur menuju de-eskalasi konflik AS-Iran. Vance mengadopsi nada optimis hati-hati mengenai negosiasi dengan Iran, menunjukkan bahwa kemajuan berarti telah dicapai meskipun belum ada terobosan. Ia menyatakan bahwa diskusi akhir pekan lalu bersifat konstruktif, memberikan pejabat AS wawasan lebih dalam tentang sikap negosiasi Iran.
Menteri Energi AS Chris Wright mengatakan di Forum Ekonomi Dunia Semafor di Washington bahwa harga energi kemungkinan akan tetap tinggi dan bisa naik lebih lanjut sampai lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz kembali normal. Wright menambahkan bahwa gangguan pada jalur pengiriman utama ini terus mendukung tekanan harga.
Selain itu, Presiden Trump mengakui dampak domestik dari biaya energi yang tinggi, memperingatkan bahwa harga minyak dan bensin bisa tetap tinggi selama periode pemilihan paruh waktu AS.
Sementara itu, laporan dari OPEC+, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya, menunjukkan bahwa produksi kelompok ini turun sebesar 7,9 juta barel per hari pada bulan Maret, sebagian besar disebabkan oleh penutupan Selat Hormuz. Para investor kini memfokuskan perhatian pada laporan bulanan mendatang dari Badan Energi Internasional (IEA) untuk sinyal yang lebih jelas mengenai dinamika pasokan dan permintaan global.
Minyak WTI adalah jenis minyak mentah yang dijual di pasar internasional. WTI adalah singkatan dari West Texas Intermediate, salah satu dari tiga jenis utama termasuk Brent dan Dubai Crude. WTI juga disebut sebagai "ringan" dan "manis" karena gravitasi dan kandungan sulfurnya yang relatif rendah. Minyak ini dianggap sebagai minyak berkualitas tinggi yang mudah dimurnikan. Minyak ini bersumber dari Amerika Serikat dan didistribusikan melalui hub Cushing, yang dianggap sebagai "Persimpangan Pipa Dunia". Minyak ini menjadi patokan untuk pasar minyak dan harga WTI sering dikutip di media.
Seperti semua aset, penawaran dan permintaan merupakan pendorong utama harga minyak WTI. Dengan demikian, pertumbuhan global dapat menjadi pendorong peningkatan permintaan dan sebaliknya untuk pertumbuhan global yang lemah. Ketidakstabilan politik, perang, dan sanksi dapat mengganggu pasokan dan memengaruhi harga. Keputusan OPEC, sekelompok negara penghasil minyak utama, merupakan pendorong utama harga lainnya. Nilai Dolar AS memengaruhi harga minyak mentah WTI, karena minyak sebagian besar diperdagangkan dalam Dolar AS, sehingga Dolar AS yang lebih lemah dapat membuat minyak lebih terjangkau dan sebaliknya.
Laporan inventaris minyak mingguan yang diterbitkan oleh American Petroleum Institute (API) dan Energy Information Agency (EIA) memengaruhi harga minyak WTI. Perubahan inventaris mencerminkan fluktuasi pasokan dan permintaan. Jika data menunjukkan penurunan inventaris, ini dapat mengindikasikan peningkatan permintaan, yang mendorong harga minyak naik. Inventaris yang lebih tinggi dapat mencerminkan peningkatan pasokan, yang mendorong harga turun. Laporan API diterbitkan setiap hari Selasa dan EIA pada hari berikutnya. Hasilnya biasanya serupa, dengan selisih 1% satu sama lain selama 75% waktu. Data EIA dianggap lebih dapat diandalkan, karena merupakan lembaga pemerintah. Hasilnya biasanya serupa, dengan selisih 1% dari satu sama lain selama 75% waktu. Data EIA dianggap lebih dapat diandalkan, karena merupakan lembaga pemerintah.
OPEC (Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak) adalah kelompok yang terdiri dari 12 negara penghasil minyak yang secara kolektif memutuskan kuota produksi untuk negara-negara anggota pada pertemuan dua kali setahun. Keputusan mereka sering kali memengaruhi harga minyak WTI. Ketika OPEC memutuskan untuk menurunkan kuota, pasokan dapat diperketat, sehingga harga minyak naik. Ketika OPEC meningkatkan produksi, efeknya justru sebaliknya. OPEC+ mengacu pada kelompok yang diperluas yang mencakup sepuluh anggota non-OPEC tambahan, yang paling menonjol adalah Rusia.